Melihat Dunia Mikroskopis

Pemindaian mikroskop elektron memungkinkan para ilmuwan untuk memasuki dunia miniatur penuh makhluk fantastis dan benda-benda yang seakan berasal dari dunia lain. Ketika dilihat pada skala yang sangat kecil, objek dan tekstur yang paling biasa menjadi dunia asing yang menakjubkan.

Sel-sel kanker yang merupakan momok yang menakutkan, tampak begitu asing saat dilihat dengan mikroskop SEM, sulit membayangkan besarnya bahaya yang mereka timbulkan kalau hanya melihat dari gambar-gambar diatas.

Wajah nyamuk, cakar binatang mikroskopis, dan lidah “bisected” burung kolibri semua tampakĀ seperti Alien dari film fiksi ilmiah. Potret close-up ini bukti bahwa kehidupan nyata dapat terlihat lebih aneh dari biasanya.

Penyebab penyakit sinus di seluruh dunia, serbuk sari tidak terlihat begitu menakutkan dari dekat.

Mikroskopis makhluk seringkali tampak seperti makhluk asing yang menakutkan. Mengintai di tingkat di bawah kesadaran kita, banyak organisme ini kehidupannya sepenuhnya bergantung pada sisa-sisa dari organisme yang lebih besar.

Sulit untuk membayangkan makhluk-makhluk anaeh ini sudah lama hadir dalam kehidupan kita, bertebaran ditempat yang kita sebut rumah. Akan lebih baik rasanya untuk tidak berpikir tentang jutaan makhluk ini, yang hidupnya sepenuhnya dari bergantung pada sel-sel kulit mati, karena kalau terlalu dipikirkan bisa-bisa kita mungkin sulit untuk tertidur malam ini ^^.

Benda-benda sehari-hari memiliki kualitas yang indah ketika dilihat dengan mikroskop elektron. Stoking nilon menjadi jaring raksasa, serbuk sari muncul sebagai bola runcing, dan permukaan buah stroberi kelihatan seperti pemandangan alien.

Kepala serangga terlihat menakutkan ketika dilihat secara detail. Dengan rahang yang tajam dan mata multifaset (majemuk).

Ini bukan makhluk luar angkasa , kamu akan banyak menjumpai makhluk-makhluk aneh seperti ini bila sering mengamati alam sekitar menggunakan mikroskop elektron. Kamu dapat melihat makhluk menakutkan yang merayap, badannya ditutupi rambut kecil, dengan cakar dan antena. Gambar-gambar mikroskop SEM ini setidaknya membuatmu tahu bahwa ada “dunia lain” yang hidup bersama kita sehari-hari yang seringkali tidak kita sadari.

 

Mikroskop SEM

Pada tahun 1920 ditemukan suatu fenomena di mana elektron yang dipercepat dalam suatu kolom [elektromagnet], dalam suasana hampa udara (vakum) berkarakter seperti cahaya, dengan panjang gelombang yang 100.000 kali lebih kecil dari cahaya. Selanjutnya ditemukan juga bahwa medan listrik dan medan magnet dapat berperan sebagai lensa dan cermin seperti pada lensa gelas dalam mikroskop cahaya.

Seorang ilmuwan dari universitas Berlin yaitu Dr. Ernst Ruska menggabungkan penemuan ini dan membangun mikroskop transmisi elektron (TEM) yang pertama pada tahun 1931. Untuk hasil karyanya ini maka dunia ilmu pengetahuan menganugerahinya hadiah Penghargaan Nobel dalam fisika pada tahun 1986. Mikroskop yang pertama kali diciptakannya adalah dengan menggunakan dua lensa medan magnet, namun tiga tahun kemudian ia menyempurnakan karyanya tersebut dengan menambahkan lensa ketiga dan mendemonstrasikan kinerjanya yang menghasilkan resolusi hingga 100 nanometer (nm) (dua kali lebih baik dari mikroskop cahaya pada masa itu).

Mikroskop transmisi eletron saat ini telah mengalami peningkatan kinerja hingga mampu menghasilkan resolusi hingga 0,1 nm (atau 1 angstrom) atau sama dengan pembesaran sampai satu juta kali. Meskipun banyak bidang-bidang ilmu pengetahuan yang berkembang pesat dengan bantuan mikroskop transmisi elektron ini.

Namun karena adanya persyaratan bahwa “obyek pengamatan harus setipis mungkin” membuat sebagian peneliti merasa tidak terpuaskan, terutama yang memiliki obyek yang tidak dapat dengan serta merta dipertipis. Karena itu pengembangan metode baru mikroskop elektron terus dilakukan.

Mikroskop elektron adalah sebuah mikroskop yang mampu untuk melakukan pembesaran objek sampai 2 juta kali, yang menggunakan elektro statik dan elektro magnetik untuk mengontrol pencahayaan dan tampilan gambar serta memiliki kemampuan pembesaran objek serta resolusi yang jauh lebih bagus daripada mikroskop cahaya. Mikroskop elektron ini menggunakan jauh lebih banyak energi dan radiasi elektromagnetik yang lebih pendek dibandingkan mikroskop cahaya.

Mikroskop elektron scanning (SEM) adalah jenis mikroskop elektron yang mengambil gambar dengan memindai objek sampel dengan seberkas sinar elektron dalam pola scan raster berenergi tinggi. Elektron yang berinteraksi dengan atom yang menyusun sampel menghasilkan sinyal yang berisi informasi tentang topografi permukaan sampel, komposisi dan sifat-sifat lainnya seperti konduktivitas listrik.

 

 

Tentang Kak Abbas

Saya menyukai dunia pendidikan dan teknologi, dan saya juga menyukai anak-anak yang imut manis dan lucu ^_^

Posted on November 11, 2011, in Sains and tagged , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: