Melepaskan Diri dari Pasir Hisap

 

Pasir hisap atau Pasir penghisap adalah kaloid hidrogel yang terdiri dari pasir, air dan tanah liat. Pasir hisap biasanya terdapat di sekitar sumber air seperti di pantai, sungai dan rawa. Pasir hisap mempunyai densitas 2 gram/mililiter sedangkan densitas manusia adalah 1gram/mililiter hal ini menyebabkan tubuh manusia yang terbenam ke pasir hidup tidak akan mati kecuali jika kepalanya yang duluan terbenam karena manusia akan di hisap sampai di pinggang atau setengah dari postur tubuh.

Bila terjebak dalam pasir hisap, semakin kita berjuang untuk keluar dari dalamnya maka semakin cepat kita akan tenggelam. Jika kita hanya bersantai, tubuh kita akan mengambang di dalamnya karena tubuh kita memiliki kepadatan yang lebih kecil dari pasir hisap itu.

Pernahkah kamu menonton sebuah film di mana sang jagoan tersedot ke dalam sebuah lubang pasir, hanya untuk diselamatkan pada menit terakhir dengan meraih cabang pohon terdekat dan menarik dirinya keluar?

Jika kamu percaya apa yang kamu lihat di film itu, kamu mungkin berpikir bahwa pasir hisap adalah makhluk hidup yang dapat menyedotmu ke dalam sebuah jurang maut, dan membunuhmu. Tapi tidak begitu, sifat sebenarnya dari pasir hisap tidaklah seperti yang digambarkan di film. Pasir hisap sebenarnya tidak seseram yang ditampilkan di film-film, tapi kita tetap harus waspada karena terjebak dalam pasir ini, terutama jika posisi kepala dibawah, bisa menghantarkan kita pada kematian.

Pasir hisap pada dasarnya adalah pasir biasa yang telah begitu jenuh dengan air bahwa gesekan antara partikel pasir berkurang. Pasir yang dihasilkan adalah campuran pasir lembek dan air yang tidak bisa lagi mendukung berat badan.

Jika kamu masuk ke pasir hisap, pasir itu tidak akan menyedotmu turun. Namun, gerakanmu yang akan menyebabkan tubuhmu “menggali” lebih dalam ke dalamnya. Pada artikel ini, kita akan belajar bagaimana bentuk pasir hisap, di mana ia ditemukan dan bagaimana kita dapat menghindari cengkeramannya.

Apakah Pasir Hisap itu?

Pasir hisap adalah fenomena alam yang menarik, ia sebenarnya adalah tanah padat yang telah dicairkan oleh air . Istilah “hisap” mengacu pada seberapa mudah pasir bergeser ketika ada beban yang berada diatasnya.

Pasir hisap bukanlah tipe tanah yang unik; biasanya ia hanyalah pasir biasa atau jenis lain dari tanah yang kasar. Pasir hisap tidak lebih dari campuran pekat antara pasir dan air. Hal ini dapat terjadi di mana saja di bawah kondisi yang tepat menurut Denise Dumouchelle , ahli geologis dari United States Geological Survey (USGS).

Pasir hisap terjadi ketika air merembes memasuki area pasir yang longgar dan pasir kemudian menjadi mudah bergerak . Bila air terperangkap dalam kumpulan pasir dan tidak dapat keluar, maka terbentuklah “tanah cair” yang tidak bisa lagi menahan berat badan kita. Ada dua cara di mana pasir bisa menjadi “pasir hisap”:



1. Aliran air bawah tanah
– Kekuatan aliran air ke atas menentang kekuatan gravitasi , menyebabkan butiran pasir menjadi lebih ringan.

2. Gempa bumi – Kekuatan tanah bergetar dapat meningkatkan tekanan air tanah dangkal, yang mencairkan lapisan pasir dan lumpur. Permukaan yang cair akan kehilangan kekuatan, menyebabkan bangunan atau benda lain yang ada di permukaannya akan tenggelam atau jatuh.

Getaran ditambah aliran air mengurangi gesekan antara partikel pasir dan menyebabkan pasir berperilaku seperti cairan. Untuk memahami pasir hisap, kita harus memahami proses pencairan. Ketika tanah mencair, seperti pasir hisap, ia akan kehilangan kekuatan dan berperilaku seperti cairan kental. Pencairan dapat menyebabkan bangunan tenggelam selama gempa bumi.

Pasir hisap dapat terjadi di hampir setiap lokasi di mana terdapat aliran air. Tempat di mana pasir hisap paling mungkin terjadi meliputi:

  • Sungai
  • Pantai
  • Danau dekat pantai
  • Dekat mata air bawah tanah
  • Rawa

Saat kamu di pantai , perhatikanlah perbedaan dalam pasir saat kamu berdiri pada bagian yang berbeda dari pantai yang memiliki berbagai tingkat kelembaban. Jika kamu berdiri di bagian terkering dari pantai, pasir memegang dan kamu akan baik-baik saja. Gesekan antara partikel pasir menciptakan permukaan yang stabil untuk kita berdiri di atasnya.

Jika kamu bergerak lebih dekat ke air, kamu akan melihat bahwa pasir yang cukup basah bahkan lebih padat daripada pasir kering. Sejumlah air yang cukup akan menciptakan daya tarik kapiler yang memungkinkan partikel-partikel pasir untuk mengumpul. Ini adalah apa yang memungkinkan kita untuk membangun istana pasir.

Tapi pasir pantai bisa dengan mudah menjadi pasir hisap jika ada cukup aliran air keatas melaluinya. Jika jumlah yang berlebihan dari air mengalir melalui pasir, hal ini memaksa partikel pasir terpisah. Pemisahan partikel menyebabkan tanah menjadi longgar, dan setiap benda di atas pasir akan mulai tenggelam melaluinya.

Bagaimana Melepaskan Diri?

Dalam pasir hisap, semakin kamu berjuang untuk keluar dari dalamnya semakin cepat kamu akan tenggelam. Jika kamu hanya diam dan bersantai, tubuhmu akan mengambang di dalamnya karena tubuh kita kepadatannya lebih rendah dari pasir hisap itu.

Jika kamu pernah terjebak dalam lubang pasir hisap, jangan khawatir, ia tidak akan menelan tubuhmu secara utuh, dan sebenarnya tidak sulit untuk melarikan diri darinya seperti yang kamu bayangkan.

Tubuh manusia memiliki kepadatan 1g / cm3 dan dapat mengapung di atas air. Pasir hisap lebih padat daripada air, ia memiliki kepadatan sekitar 2g / cm3 – yang mana berarti kita dapat mengapung di atas pasir hisap lebih mudah dari pada di air. Kuncinya adalah tidak panik. Kebanyakan orang yang tenggelam dalam pasir hisap atau cairan dalam hal ini, biasanya karena panik dan mulai memukul-mukul lengan dan kakinya ke permukaan pasir.

Tapi tetap ada kemungkinan untuk tenggelam dalam pasir hisap jika kita jatuh dengan posisi kepala dibawah dan tidak bisa mengeluarkan kepala kembali ke atas permukaan. Kemungkinan besar, jika kita jatuh kedalamnya, kita akan mengapung ke permukaan. Namun, rasio jumlah pasir dan air dalam pasir hisap dapat bervariasi, menyebabkan beberapa pasir menjadi kurang daya apungnya.

Jangan menggelepar-gelepar di dalam pasir dengan cara memindahkan lengan dan kaki ke dalam campuran tersebut. Karena hal itu hanya akan memaksa diri kita lebih jauh ke dalam lubang pasir. Hal terbaik untuk dilakukan adalah membuat gerakan lambat dan membawa diri kita kembali ke permukaan. Kita akan mengapung ke tingkat yang aman.

“Ketika seseorang melangkah kedalam pasir hisap, berat badan mereka menyebabkan mereka tenggelam, sama seperti ketika mereka melangkah memasuki kolam,” kata Dumouchelle. “Jika mereka berjuang, mereka akan cenderung tenggelam. Tapi, jika mereka rileks dan mencoba untuk berbaring di punggung mereka, mereka biasanya bisa mengapung dan mendayung ke tempat yang aman..”

Tentunya akan lebih baik lagi jika ada orang yang melintas dan menolong kita dengan memberikan tali atau ranting untuk menarik kita keluar dari jebakan pasir tersebut.

Lembah Jin dan Misteri yang Menyelimutinya

Sebuah Lembah terletak sekitar 35 kilometer di barat laut Madinah, Arab Saudi. Lembah ini dilalui sebuah jalan. Apa yang terkenal tentang tempat ini adalah bahwa, mobil yang melintas bisa berjalan sendiri dalam keadaan mesin mati. Kecepatan berjalannya bisa lebih dari 120 Km / jam, menakjubkan!

 

koordinat : 24° 43'21 .65 "N 39° 26'57 .67" E

 

Nama lembah diberikan oleh penduduk setempat karena mereka percaya bahwa para Jin tinggal di pegunungan ini, dan bahwa fenomena percepatan mobil tersebut sebenarnya dikarenakan ada jin yang mendorong mereka. Hal ini diperkuat dengan cerita dari penduduk setempat bahwa mereka sering mendengar suara aneh yang diduga dari jin di lembah tersebut saat mereka melintas melewati lembah dimalam hari, suara-suara itu meminta mereka untuk kembali, “tempat Anda bukan disini… ini tempat kami…”

Fenomena berjalannya mobil di jalan lurus ini menimbulkan berbagai macam teori. Mari kita simak salah satu teori yang berusaha untuk menjelaskan fenomena aneh ini.


Teori Ilusi Optik dan Gravitasi

Teori ini menjelaskan bahwa pergerakan mobil tersebut disebabkan adanya mispersepsi (salah persepsi) dari penglihatan mata yang menyangka jalan yang dilalui tersebut mendatar atau menanjak, padahal sebaliknya, jalan tersebut menurun.

Teori ini mengemukakan bukti ketinggian permukaan tanah pada jalan yang melalui lembah tersebut sebenarnya menurun (jalan turunan) seperti tampak pada gambar berikut:

Teori ini mampu menjelaskan fenomena secara logis, benar bukan? setiap kendaraan yang melewati turunan tentu bisa berjalan sendiri mengikuti hukum gravitasi bumi.

sebelum kita terburu-buru menarik kesimpulan tentang apa yang sebenarnya terjadi, fena mengajak kamu semua untuk melihat fenomena yang serupa dibelahan dunia yang lain, fena ajak kamu melihat fenomena “Magnetic Hill” alias “Lembah Magnet” dimana pada lokasi itu mobil atau kendaraan bisa bergerak mendaki jalan dengan sendirinya.


Magnetis Hill, New Brunswick – Canada

Terletak di dekat kota Moncton, Provinsi New Brunswick, Kanada, Magnetic Hill ini telah menjadi atraksi pariwisata. Pengunjung lokal maupun turis harus mengantri untuk ikut merasakan sensasi “keanehan” alam yang seakan bertentangan dengan gravitasi.

 


 

diatas tampak antrian kendaraan yang menunggu giliran di gerbang untuk “menuruni” lembah. Setelah melalui gerbang tersebut, pengunjung akan “menuruni” lembah sampai ke titik terendah kemudian akan mematikan mesin mereka. Kemudian terjadilah fenomena alam tersebut, mobil yang dalam keadaan mesin mati itu akan “ditarik kembali” kebelakang dengan sendirinya, seakan-akan mobil tersebut ditarik oleh kekuatan magnet yang besar, karena itu dinamakan “Lembah Magnet”.

 

 

Bagaimana semua ini bisa terjadi? tentunya pertanyaan ini begitu membuat penasaran bagi banyak orang, termasuk kita. Karena itu sejak ditemukan pada tahun 1980-an, kawasan ini terus mendapatkan kunjungan dari orang-orang yang sangat ingin membuktikan kebenarannya.

Teori Ilusi Optik mengklaim bahwa:

  1. bagian bawah lereng tersebut sebenarnya lebih tinggi daripada bagian atas lereng,
  2. kendaraan tersebut bergulir menuruni bukit karena bagian bawah lereng lebih tinggi dari bagian atasnya
  3. semua kendaraan yang terlihat seperti berjalan “menanjak ” lereng seperti ditampilkan pada gambar diatas adalah karena ilusi dalam persepsi mata manusia (salah persepsi).
untuk mendukung klaim ini maka kita lihat bukti ketinggian permukaan tanah di jalan tersebut menggunakan pencitraan satelit via Google Earth:

 

Bisa kita lihat, sejak dari gerbang antrian, jalan sebenarnya mengalami kenaikan ketinggian yang dalam kata lain, jalan tersebut sebenarnya menanjak. Ini menjelaskan mengapa kendaraan bisa “tertarik” kembali ke tempatnya semula (gerbang) seakan-akan ditarik oleh kekuatan misterius.

Lalu bagaimana bisa mata kita melihat bahwa jalan tersebut adalah turunan? fena mengajak kamu melihat video dibawah ini yang merupakan eksperimen yang mencoba untuk menjelaskan fenomena optik tersebut:

 

 

Bagaimana? menarik bukan? buat kamu yang tidak bisa melihat videonya jangan kecewa, fena tampilkan alternatif penjelasannya lewat gambar berikut ini, ini adalah gambar papan pengumuman yang sengaja ditempatkan untuk memberi penjelasan kepada pengunjung tentang apa yang sebenarnya terjadi:

lebih jelasnya:
Sekarang kita kembali ke “Lembah Jin” di Arab Saudi, apakah teori diatas bisa menjelaskan keanehan disana? ya, mengingat informasi peta Google Earth yang fena tampilin diatas menunjukkan bahwa ketinggian tanah dijalan tersebut berubah-ubah dalam artian menurun ketinggiannya sehingga mobil bisa melaju dengan sendirinya dalam keadaan mesin mati karena sebenarnya sedang melewati turunan.

 

Tapi teori ini tidak bisa dipakai pada salah satu belokan, dimana jalannya benar-benar menanjak (jalan tanjakan).

Seorang pengguna jalan mengatakan :

“Ini bukanlah ilusi optik semata. Aku mengunjungi tempat ini dua kali. Tidak diragukan lagi bahwa sebagian besar jalan merupakan turunan sehingga berjalannya kendaraan dengan sendirinya bukanlah sebuah misteri, namun kebanyakan sopir mengaku dapat merasakan kekuatan dorongan tambahan dibandingkan dengan sudut kemiringan yang sama di daerah lain. Tapi ada belokan cekung, sekitar 50 meter di mana semua teori tentang gravitasi ini menjadi terbantahkan. Jika kita menghentikan mobil di tengah-tengah belokan, dititik terendah dan melepaskan tangan (mematikan mesin) maka mobilnya akan berjalan mendaki dengan sendirinya. Kedua kalinya aku pergi dengan membawa kompas magnetik dan magnet batangan untuk memeriksa bila ada distorsi kutub Utara & kutub Selatan magnet, atau jika ada gaya magnet tambahan, tetapi tidak ada hal aneh yang ditemukan, semua magnet bekerja normal.”

 

Menurut pengakuan pengguna jalan tersebut, ia berhenti di belokan, mematikan mesin kendaraan, dan apa yang terjadi kemudian? mobilnya tetap tertarik kedepan, berjalan menanjak….nah lho? ^^ …jangan-jangan… ^^

Hewan Liar yang Beruntung

Quebec Society for the Protection of Animals (SPA) harus merawat, atau lebih tepatnya, membersihkan tubuh seekor anjing liar yang terlihat sangat kotor. Rambut binatang liar ini tumbuh begitu panjang sehingga anjing ini tampak seperti berlipat ganda ukurannya. Selain itu, tanah yang telah terkumpul dibadannya membentuk kerak tebal yang terlihat menjijikkan.

Enam orang petugas SPA bergantian selama tiga jam untuk mencukur bulu binatang ini. Klinik dokter hewan lokal merawat anjing tersebut sekitar satu minggu, dan kemudian mengembalikannya kembali ke SPA.

Anjing yang umurnya diperkirakan sekitar sepuluh tahun ini diadopsi dua hari setelah kembali dari klinik. Perilaku anjing ini sangat ramah kepada pekerja SPA. Ini adalah akhir yang bahagia untuk anjing liar yang malang ini.

mari kita liat beberapa hewan liar lain yang juga mendapatkan hidup yang lebih baik setelah melalui perawatan yang baik.

Bukankah semuanya terlihat cantik? ^^

Nazca Lines, Garis Raksasa yang Misterius

Ada sesuatu di Gurun Peru, kalau dari daratan sekilas tak nampak ada yang aneh, namun bila dilihat dari angkasa maka tersingkaplah pemandangan menakjubkan! Pola-pola raksasa tergambar jelas di gurun tersebut, ada apa sebenarnya? Fena ajak kamu berkelana menjelajahi Gurun Nazca, sebelah selatan Peru.

lines_scan01

The Dog

 

The Spider

 

Garis-garis Nazca (Nazca Lines) merupakan rangkaian geoglyphs yang terletak di Gurun Sechura, khususnya di Gurun Nazca, daerah yang panjangnya lebih dari 80 km antara kota Nazca dan Palpa di Peru. Geoglyphs ini diperkirakan dibuat oleh kebudayaan Nazca antara 200 SM dan 700 M. Terdapat ratusan gambar, dari yang sederhana sampai yang rumit, seperti gambar burung, laba-laba, monyet, ikan, ikan hiu, llama, dan kadal. salah satu tempat didunia yang sampai saat ini masih banyak diliputi misteri. Banyak pertanyaan-pertanyaan muncul mengenai asal usulnya.

The Monkey

Garis-garis Nazca sendiri baru mulai marak diperbincangkan pada era tahun 1920-an, bermula dari cerita penumpang pesawat terbang yang melintas daerah Nazca, mengaku seperti melihat garis-garis samar membentuk berbagai macam bentuk makhluk hidup dengan dimensi yang besar. Tahun 1920-an merupakan era baru dalam penerbangan komersial di wilayah Amerika.

Sejak kabar penemuan itu, para arkeolog dari seluruh belahan dunia berbondong-bondong datang ke daerah Nazca untuk melihat dan meneliti lebih lanjut mengenai garis-garis Nazca.

Garis-garis Nazca ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia (World Heritage Site) UNESCO pada tahun 1994. Tersebar di dataran tinggi kering yang terbentang sepanjang lebih dari 80 kilometer antara kota Nazca dan Palpa di Pampas de Jumana, sekitar 400 km sebelah selatan Lima. Meskipun beberapa geoglyphs mirip motif Paracas lokal, para ahli percaya bahwa Nazca Lines dibuat oleh kebudayaan Nazca antara tahun 400 dan 650 Masehi [1. Helaine Silverman, David Browne (1991). “New evidence for the date of the Nazca lines”. Antiquity65 (247): 208–220].

The Condor

The Airport

The Airport

The Heron

The Pelican

The Hands

Garis-garis itu dibuat ditanah dengan cara menyingkirkan kerikil dan bebatuan sehingga yang tampak hanya tanah berwarna keputihan dibawahnya. Ratusan garis berupa bentuk geometris sederhana, sementara lebih dari tujuh puluh lainnya berupa simbol zoomorphic atau desain binatang seperti burung, ikan, llama, jaguar, monyet, dan ada juga manusia. Desain lainnya termasuk bentuk phytomorphic seperti pohon dan bunga. Desain terbesar ukurannya lebih dari 200 meter. Para ahli berbeda pendapat dalam menafsirkan tujuan dibuatnya desain-desain unik ini, tetapi pada umumnya mereka menganggap semua itu berhubungan dengan makna keagamaan mereka.

Desain geometrik bisa jadi menunjukkan aliran air atau dihubungkan dengan ritual untuk memanggil air. Laba-laba, burung, dan tanaman bisa jadi merupakan simbol kesuburan. Penjelasan lainnya menduga garis-garis ini adalah skema irigasi atau kalender astronomi raksasa. [2. Brown, Cynthia Stokes (2007). Big History]

Karena kondisi gurun disana yang kering, tak berangin, dan memiliki iklim dataran tinggi yang stabil dan terisolasi membuat sebagian besar garis-garis tersebut seperti “diawetkan” selama berabad-abad.

The Astronaut

The Astronaut

Figur diatas adalah salah satu corak garis Nazca yang “seperti” menggambarkan seorang Astronot yang sedang melambaikan tangan, karena itu corak garis ini diberi nama “The Astronaut”. Corak ini begitu menarik perhatian para ahli sehingga menimbulkan spekulasi tentang telah adanya astronot dijaman dahulu (Ancient Astronaut Theory).

Teori Astronot Kuno ini berkembang dengan ditemukannya beberapa artifak kuno yang diduga menjadi bukti adanya kegiatan ekspedisi astronot dimasa lampau. Salah satunya adalah artefak maya dibawah ini, yang menggambarkan Pacal II, atau Pacal yang Agung (K’inich Janaab’ Pakal, 26 Maret 603-31 Agustus 683), penguasa pemerintahan Maya di Palenque.

Pacal naik takhta pada usia 12 tahun pada tanggal 29 Juli 615 dan hidup hingga berusia 80 tahun. Nama “Pacal” berarti perisai dalam bahasa Maya. Pada era kekuasaannya, kekuatan Palenque di bagian barat negara-negara Maya meluas. Ia melakukan progam pembangunan di ibukotanya. Pada masa kekuasaannya, berbagai seni dan arsitektur terbaik dalam peradaban Maya dihasilkan.

Relief Sarkophagus "Pacal the great"

Menurut Erich von Daniken (1968), seorang penulis sejarah ternama, relief tersebut menggambarkan seorang laki-laki yang duduk dalam ruangan “kapal antariksa” nya, dihidungnya ada semacam masker (alat bantu pernafasan). Kedua tangannya mengendalikan tuas-tuas tertentu, sedangkan kakinya berpijak pada pedal-pedal yang berbeda. Ia duduk disebuah kursi yang didesain unik dan terpisah dari  bagian belakang kendarannya. Dibagian bawah “kendaraan” itu terlihat corak api dan asap mengepul dikanan-kirinya.

Deskripsi von Daniken ini tentunya membuat gempar dunia, banyak orang memperbincangkan temuannya, ada yang mendukung tapi tidak sedikit yang mengkritisinya. Sebagian peneliti yang mendalami kebudayaan Maya menganggap itu hanyalah ukiran khas suku Maya. Berikut fena tampilin penjelasan relief tersebut dari sudut pandang lain,

“Tutup sarkophagus batu besar berukir dalam kuil prasasti suku Maya adalah salah satu karya seni klasik suku Maya. Penafsiran yang bisa diterima dari tutup sarkofagus ini adalah bahwa Pacal turun ke Xibalba, Dunia Underworld (alam baka) suku Maya. Di sekitar tepi tutup adalah simbol-simbol yang mewakili matahari, bulan, Venus, dan berbagai Sistem tata surya, yang menunjukkan peristiwa ini terjadi dimalam hari. Di bawahnya adalah Dewa Air suku Maya yang menjadi penjaga dunia underworld. Di bawah Pacal terdapat taring naga atau ular yang “dibentangkan”, yang mana Pacal melarikan diri darinya, naik menuju pohon dunia (World Tree). Ini adalah representasi umum dari seni klasik yang menggambarkan pintu masuk ke dunia bawah.”

lho…lho….tunggu dulu! ^^….kenapa fena jadi ngelantur ngebahas ini? kita kan lagi bahas Nazca Lines ya? sory..sory, mari kita lanjutkan tentang Nazca Lines nya,… fokus fena….fokus… ^^;

Apa Tujuan dibuatnya garis-garis geometris ini?

Garis Nazca dilihat dari satelit SPOT

Arkeolog , etnolog , dan antropolog telah mempelajari kebudayaan Nazca kuno yang kompleks untuk mencoba menemukan tujuan dari dibuatnya garis dan simbol-simbol raksasa tersebut. Satu teori yang muncul adalah bahwa orang-orang Nazca menciptakan mereka untuk dilihat oleh dewa-dewa mereka di langit. Teori lain mengemukakan tujuan yang berhubungan dengan astronomi dan kosmologi yaitu bahwa garis dan simbol tersebut dimaksudkan untuk bertindak sebagai semacam observatorium, untuk menunjuk ke tempat-tempat jauh di cakrawala di mana matahari dan benda langit lainnya berada. Tapi belum ada bukti yang cukup untuk mendukung teori astronomi tersebut.

Pada tahun 1985, arkeolog Johan Reinhard mengeluarkan data arkeologi, etnografis , dan historis yang menunjukkan bahwa penyembahan gunung dan sumber air lainnya (menganggap gunung dan sumber air sebagai tempat sakral) didominasi dalam agama Nazca. Dia berteori bahwa garis-garis dan simbol tersebut adalah bagian dari praktik-praktik keagamaan yang melibatkan penyembahan dewa-dewa yang berhubungan dengan ketersediaan air, yang secara langsung berkaitan dengan keberhasilan dan produktivitas tanaman. Dia menafsirkan garis tersebut sebagai jalan suci menuju tempat di mana para dewa bisa disembah. Simbol binatang dan benda-benda tersebut dimaksudkan untuk memanggil bantuan para dewa dalam hal memasok air bagi lahan mereka. Tapi, makna yang tepat dan sebenarnya dari geoglyph ini hingga kini (2011) masih belum terpecahkan.

Bagaimana garis dan simbol ini dibuat?

bebatuan yang "disibakkan"

diatas fena sudah menyebutkan bahwa garis-garis ini dibuat dengan cara “menggali” atau “menyibakkan” kerikil dan bebatuan hingga tanah putih dibawahnya terlihat. Proses ini mungkin memakan waktu yang lama dan perlu ketelitian dan keahlian dari orang-orang terpelajar mengingat garis yang tercipta begitu lurus, seakan-akan sudah diperhitungkan dengan cermat dan diawasi dengan teliti selama proses pembuatannya.

Beberapa peneliti mengusulkan teori alternatif, Jim Woodmann percaya bahwa Nazca Lines tidak mungkin dibuat tanpa pengamatan dari angkasa menggunakan penerbangan berawak untuk melihat bentuk garis dan simbol dengan benar. Berdasarkan studinya tentang teknologi yang tersedia, ia mengatakan bahwa balon udara panas adalah satu-satunya kemungkinan penerbangan yang ada saat itu. Untuk menguji hipotesis ini, Woodmann membuat balon udara dengan menggunakan bahan dan teknik yang ia mengerti akan tersedia untuk orang-orang Nazca pada zaman itu. Namun teorinya ini ditolak oleh kebanyakan ahli karena tidak adanya bukti akan balon tersebut.

Kesimpulan

Nazca Lines dapat disimpulkan dalam bentuk sebagai berikut :

  • Pertama, garis lurus yang panjangnya hingga berkilo-kilometer (aduh, maap istilahnya), kadang bersilangan dari segala arah, terlihat acak dan tidak membentuk sosok apapun
  • Kedua, garis yang membentuk bidang geometri tertentu seperti segitiga, spiral, segiempat, garis gelombang dana lain sebagainya. beberapa garis terlihat seperti membentuk “jalan” seperti yang tampak pada garis “The Airport”
  • Ketiga, garis yang membentuk simbol binatang dan manusia

Apakah geoglyphs ini merupakan dewa-dewa hewan kuno atau pola-pola rasi bintang? Apakah mereka jalan, bintang petunjuk, atau bahkan mungkin peta raksasa? Jika orang-orang yang tinggal di sini 2.000 tahun yang lalu telah mengetahui teknologi sederhana, bagaimana mereka berhasil menggambar tokoh-tokoh tersebut dengan skala yang tepat? Apakah mereka memiliki skema? Jika demikian, siapa yang merancangnya? Semua tampak begitu aneh seakan-akan berasal dari dunia yang lain.

Untuk memahami garis Nasca, yang dibuat melalui penghapusan batu dan kerikil gurun untuk mengungkapkan pasir merah muda pucat atau putih di bawahnya, banyak orang memikirkan penjelasan yang bisa diterima akal – dari landasan pacu untuk pesawat ruang angkasa hingga trek/jalur untuk atlet Olimpiade, dari seni popart hingga Observatorium untuk astronomi.   yang jelas hingga kini diyakini bahwa geoglyphs ini dibangun oleh orang-orang yang disebut Nazca, tetapi mengapa dan bagaimana mereka membuatnya masih menjadi misteri keajaiban dunia yang menantang untuk dipecahkan.

Masih banyak garis dan simbol Nazca yang belum fena tampilkan disini, ada sekitar 300-an garis dan simbol yang sampai sekarang masih menjadi misteri, untuk apa ia dibuat? siapa yang membuatnya? bagaimana ia bisa terbentuk begitu detail dan hanya bisa dilihat (detailnya) dari ketinggian angkasa?

Nazca Lines adalah salah satu peninggalan budaya yang masih menyimpan tanda tanya, banyak teori dikemukakan tapi tidak ada satupun yang bisa menjelaskan “dengan benar” tentang apa sebenarnya yang ada dibalik garis-garis dan simbol di gurun Peru tersebut.

Tufted Puffin, Burung Laut yang Cantik

 

Tufted Puffin ( Fratercula cirrhata ) yang juga dikenal sebagai Crested Puffin , adalah burung laut berukuran sedang yang banyak ditemukan di Samudra Pasifik Utara . Burung ini mudah dikenali lewat paruhnya yang berwarna menyala dan tebal serta kaki yang berwarna kuning.

 

 

 

 

Tufted Puffin pertama kali disebutkan tahun 1769 oleh ahli zoologi Jerman Peter Simon Pallas. Nama generiknya adalah berasal dari bahasa Latin Fratercula ‘adik’ dan cirrhata ‘berumbai’. Tufted Puffins memiliki panjang tubuh sekitar 35 cm dengan lebar sayap yang sama dan berat sekitar tiga perempat kilogram. Burung-burung dari Pasifik barat agak lebih besar dari burung-burung dari Pasifik timur, dan jantannya cenderung sedikit lebih besar daripada yang betina.

 

Kebanyakan mereka berwarna hitam dengan corak wajah putih, paruhnya sangat tebal yang sebagian besar berwarna merah dengan beberapa tanda kuning dan kadang-kadang hijau. Fitur yang paling khas adalah berkas-berkas kuning yang muncul setiap tahun pada burung (jantan maupun betina) mendekati musim panas (masa reproduksi). Kaki mereka menjadi merah terang dan wajah mereka juga menjadi putih terang di musim panas.

Sayapnya relatif pendek, digunakan untuk menyelam, berenang di bawah air dan menangkap mangsa. Mereka memiliki otot dada yang “didesain’ untuk melakukan manuver cepat dan gerakan sayap aerobik, yang dapat mereka pertahankan untuk jangka waktu yang lama.

Biasanya burung ini membuat sarang di pulau-pulau yang terisolasi, lebih dari 25.000 pasangan telah dicatat dalam sebuah koloni tunggal di lepas pantai British Columbia . Sarang ini biasanya liang sederhana digali dengan paruh dan kakinya, tetapi kadang-kadang ada juga yang menggunakan lubang diantara celah batu sebagai gantinya. Sarang ini juga dilapisi dengan tumbuhan dan bulunya. Setelah sebuah telur diletakkan, biasanya pada bulan Juni, maka telur itu akan dierami oleh kedua induknya selama sekitar 45 hari. Anak burung baru bisa meninggalkan sarang antara 40 sampai 55 hari.

Makanan pokoknya adalah ikan, yang mereka tangkap dengan menyelam kedalam lautan. Burung dewasa juga dapat memakan cumi-cumi atau invertebrata lainnya. Area makan dapat terletak jauh di lepas pantai dari daerah bersarang. Tufted Puffins dapat menyimpan sejumlah besar ikan kecil di paruh mereka dan membawa ikan-ikan tersebut ke anak-anaknya.

Tufted Puffins memiliki predator pemangsa seperti Snowy Owls, Bald Eagles dan Peregrine Falcon , dan juga mamalia seperti Arctic Fox (Rubah Salju). Rubah tampaknya lebih suka Tufted Puffin di atas burung-burung lain, membuat burung ini menjadi target utama. Memilih sarang di tebing yang tidak dapat diakses dan pulau yang sepenuhnya bebas mamalia melindungi mereka dari predator alaminya.

Snowy Owl

 

Bald Eagle

 

Peregrine Falcon

Arctic Fox

Orang Aleut dan orang Ainu di Pasifik Utara berburu Tufted Puffin dengan cara tradisional untuk dimakan dan diambil bulunya, untuk dijadikan kerajinan hiasan tangan. Saat ini, perburuan Tufted Puffin secara besar-besaran adalah ilegal atau dipersempit wilayahnya.

 

Opium, antara Obat dan Racun

Opium, apiun, atau candu (poppy) adalah getah bahan baku narkotika yang diperoleh dari buah candu (Papaver somniferum L. atau P. paeoniflorum) yang belum matang.

Opium merupakan tanaman semusim yang hanya bisa dibudidayakan di pegunungan kawasan subtropis. Tinggi tanaman hanya sekitar satu meter. Daunnya jorong dengan tepi bergerigi. Bunga opium bertangkai panjang dan keluar dari ujung ranting. Satu tangkai hanya terdiri dari satu bunga dnegan kuntum bermahkota putih, ungu, dengan pangkal putih serta merah cerah. Bunga opium sangat indah hingga beberapa spesies Papaver lazim dijadikan tanaman hias. Buah opium berupa bulatan sebesar bola pingpong bewarna hijau.

Istilah untuk candu yang telah dimasak dan siap untuk dihisap adalah madat. Istilah ini banyak digunakan di kalangan para penggunanya.

“Candu mengajarkan hanya satu hal, yaitu bahwa selain penderitaan fisik, tidak ada hal yang nyata. “
André Malraux  (MAN’S FATE)

Produksi Opium

Buah opium yang dilukai dengan pisau sadap akan mengeluarkan getah kental berwarna putih. Setelah kering dan berubah warna menjadi cokelat, getah ini dipungut dan dipasarkan sebagai opium mentah.

 


 

Opium mentah ini bisa diproses secara sederhana hingga menjadi candu siap konsumsi. Kalau getah ini diekstrak lagi, akan dihasilkan morfin. Morfin yang diekstrak lebih lanjut akan menghasilkan heroin. Limbah ekstrasi ini kalau diolah lagi akan menjadi narkotik murah seperti “sabu-sabu” (Metamfetamia).

Metamfetamina (metilamfetamina atau desoksiefedrin), disingkat met, dan dikenal di Indonesia sebagai sabu-sabu, adalah obat psikostimulansia dan simpatomimetik. Dipasarkan untuk kasus parah gangguan hiperaktivitas kekurangan perhatian atau narkolepsi dengan nama dagang Desoxyn, yang akhirnya disalahgunakan sebagai narkotika. “Crystal meth” adalah bentuk kristal yang dapat dihisap lewat pipa. Metamfetamina pertama dibuat dari efedrina di Jepang pada 1893 oleh Nagai Nagayoshi.

 

Crystal meth, yang dikenal juga dengan sabu-sabu (shabu-shabu)

 

Tanaman opium yang berasal dari kawasan pegunungan Eropa Tenggara ini sekarang telah menyebar sampai ke Afganistan dan “segitiga emas” perbatasan Myanmar, Thailand, dan Laos.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, Afganistan saat ini merupakan penghasil opium terbesar di dunia dengan 87%. Laos juga merupakan salah satu penghasil terbesar.

 

 

Efek Opium

Dijaman dahulu kala, opium sering digunakan sebagai obat-obatan, pelengkap acara ritual keagamaan, dan komoditi perdagangan.

Efek dari merokok opium kurang lebih sama dengan efek menggunakan morfin atau heroin. Efek ini dapat berlangsung selama 3-6 jam dan dapat mencakup hilangnya rasa sakit dan kecemasan, penurunan kewaspadaan dan merasa santai, pernapasan diperlambat, pandangan terbatas, dan mual.

Ketika disalahgunakan, penggunaan obat hasil pengolahan opium bisa menimbulkan kecanduan. Opium, ketika pertama kali digunakan akan memberikan rasa tenang yang ekstrim, euforia atau rasa kebahagiaan bagi pengguna. Semua kesulitan atau masalah tampaknya hilang dan menjadi hal yang remeh bagi mereka. Tapi ketika efek dari obat tersebut habis, mimpi buruk dan halusinasi akan mungkin terjadi, dan itu adalah titik dimana pengguna membutuhkan lebih banyak opium untuk memenuhi kebutuhan mereka (kecanduan).

 

Faktor pendorong penggunaan opium

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan seseorang mengkonsumsi opium, diantaranya:

  • Penggunaan narkotika oleh anggota keluarga dan teman.
  • Keluarga miskin asuhan di mana cinta, kehangatan, pujian, dan penerimaan sangat kurang.
  • Kurangnya arahan dari keluarga tentang cara-cara yang tepat untuk bergaul dengan orang lain.
  • Kemiskinan, kondisi hidup yang buruk, atau isolasi dari orang lain.
  • Kegagalan di sekolah.
  • Kegagalan untuk mengembangkan kemampuan untuk bergaul dengan teman sebaya.
  • Tumbuh di sebuah lingkungan di mana penggunaan narkoba adalah hal yang umum dan diterima secara luas.
  • Penggunaan resep medis untuk alasan yang sah. Sebagai contoh, dokter mungkin meresepkan obat kepada individu yang menderita sakit punggung. Sementara obat ini dimaksudkan untuk meringankan rasa sakit, mungkin juga mengandung beberapa efek samping adiktif. Penggunaan obat tersebut dimonitor oleh dokter, tetapi tergantung juga pada pasien apakah ia menggunakan obat sesuai dengan yang diresepkan.

 

Penyebab kecanduan

Kecanduan bisa terjadi karena dua alasan, yaitu alasan fisiologis dan psikologis. Pertama, tubuh seseorang bisa menjadi secara biologis tergantung pada sesuatu. Artinya, tubuh mungkin mulai membutuhkan dan berharap bahwa ia akan menerima suatu zat tertentu setiap hari atau setiap jam. Jika tidak menerima zat itu, tubuh akan merespon dengan menjadi sakit. Ketika ini terjadi, orang itu dikatakan secara fisiologis tergantung pada zat tersebut.

Orang juga dapat menjadi kecanduan secara psikologis terhadap zat tertentu. Artinya, zat tersebut membuat mereka merasa bahagia, lebih percaya diri, atau lebih baik dalam beberapa hal. Dalam rangka memelihara perasaan ini, mereka percaya bahwa mereka harus terus menggunakan zat tersebut yang memberi mereka perasaan ini. Dalam hal ini, seseorang dikatakan secara psikologis tergantung pada zat-zat tersebut. Dalam banyak kasus, kecanduan melibatkan baik aspek fisiologis maupun psikologis.

Cara Mengobati kecanduan opium

Berkat kemajuan bioteknologi, kini para dokter dapat memahami lebih baik apa yang tidak diketahui tiga puluh tahun yang lalu. Narkotik seperti heroin, opium, morfin, kodein dan metadon dapat menyebabkan kelainan susunan saraf pusat dan penyakit neurologis. Kelainan tersebut adalah berupa bertambahnya jumlah reseptor opiat m yang menjadi aktif di otak, sesuai dengan jumlah opiat yang ada di dalam darah. Hal ini diketahui berkat adanya alat canggih PET Scan. Jumlah reseptor yang banyak ini mengakibatkan timbulnya craving (sugesti, rasa rindu pada narkotik). Tidak hanya para dokter, namun masyarakat awam pun dapat bermain-main dengan banyak obat. Seseorang dapat mengkonsumsi heroin sekali, dua kali, tiga kali, lima kali barangkali, dan semuanya tampak baik-baik saja. Kehidupan berjalan normal, sampai pada suatu hari, orang tersebut bangun di pagi hari dan mendapatkan dirinya tidak lagi seperti biasanya, mengalami diare dan muntah yang merupakan permulaan tanda-tanda kecanduan/ketagihan. Sejak itu, konsumsi heroin merupakan keharusan, kalau tidak mau menderita nyeri. Tidak ada pilihan lain, dan mulailah mereka menyembunyikan problemnya, berbohong dan mau melakukan apa saja untuk mendapatkan heroin.

Selama ini, problema kecanduan narkotik ditangani oleh dokter psikiater dan ahli psikologi, namun menurut metode Waismann, apa yang mereka derita bukanlah primer problema psikologis. Sesungguhnya, ini adalah problema neurologis yang mengakibatkan efek psikologis sekunder.

Pasokan narkotik eksogen (dari luar) yang kontinyu menimbulkan kerusakan sistem yang sangat mendasar dan sangat halus dari keseimbangan alami zat-zat mirip narkotik yang dihasilkan otak. Zat-zat tersebut mengatur nyeri, cairan, pola tidur, tekanan darah dan fungsi-fungsi penting lainnya. Narkotik bekerja setelah terikat pada reseptor di otak. Dengan penggunaan kronik, otak beradaptasi terhadap narkotik yang ada. Sekali terjadi pengaturan baru yang berdasarkan jumlah narkotik eksternal, penghentian tiba-tiba pasokan narkotik akan menyebabkan distres berat pada tubuh. Bila pasokan narkotik dihentikan, timbullah ketidakseimbangan biokimiawi. Khususnya, bagian otak yang disebut lokus seruleus berubah menjadi hiperaktif dan menghasilkan hormon stres noradrenalin. Ini memicu nyeri, spasme otot dan diare, yang menjadikan gejala putus obat (sakau) ini disebut cold turkey karena adanya merinding / bulu roma berdiri akibat spasme otot sekitar folikel rambut, kicking the habit karena adanya gerakan tungkai yang tidak disadari.

Penghentian konsumsi narkotik menyebabkan muntah, diare, nyeri perut, nyeri tulang seluruh tubuh, berkeringat, hidung meler dan susah tidur. Kondisi kacau ini akan berlangsung selama 7-10 hari. Itulah sebabnya, separo pecandu heroin tidak tahan akan proses ini. Meskipun tidak ada pasokan dari luar, tubuh masih mempunyai cadangan dalam tulang dan jaringan lemak. Karenanya, diperlukan waktu lama sampai seluruh persediaan narkotik dalam tubuh habis. Bila sudah tidak ada lagi kandungan heroin, tubuh memulai proses neuroregulasi.

Endorfin mengalir ke otak dan ditampung oleh reseptor-reseptor opioid. Begitu pula, heroin juga ditampung oleh reseptor-reseptor yang sama. Dalam metodenya Waismann memblok reseptor-reseptor ini dan berapapun jumlah heroin dalam tubuh, heroin tersebut tidak dapat lagi mencapai otak. Dengan begitu, pasien menjadi ‘bersih’ seketika. Blokade reseptor dimulai 20 menit setelah pemberian naltrekson per oral/sonde lambung. Karena pasien menjadi bersih begitu cepat, semua penderitaan yang dialami pasien sangatlah parah, namun tidak berlangsung selama 10 hari, hanya 4 jam. Kendatipun periode ini relatif sangat pendek, pasien haruslah diberi sedasi berat agar tidur selama proses berlangsung.

Kecanduan obat, meski dengan berbagai perilaku negatif tidak dapat disembuhkan secara efektif oleh ahli psikologi. Mereka yang kecanduan heroin menderita rasa nyeri yang hebat dan mulai berperilaku aneh-aneh. Karena perubahan perilaku ini, mereka diserahkan kepada para psikiater. Pola sosial ini perlu ditinjau kembali, karena sesungguhnya ada korelasi antara reseptor opioid, kecanduan, cara kerja dan segala penyakitnya. Dengan membalik proses ini, kita memulihkan pasien dari ketergantungan opiat.

Blokade reseptor dilakukan dengan tablet antagonis (penawar) narkotik yang membuat otak menjadi bersih. Kala otak menjadi bersih, pasien akan mengalami gejala putus obat yang paling berat, sehingga pasien perlu dibius. Penawar narkotik sudah dipakai selama 30 tahun untuk menawarkan narkotik. Ini dilakukan oleh dokter spesialis anestesiologi dalam profesi mereka sehari-hari. Namun, baru belakangan ini dimanfaatkan dalam bidang penyembuhan kecanduan narkotik.

Seorang psikiater akan berbicara panjang lebar untuk mendefinisikan ‘kecanduan’, Waismann mendefinisikannya sebagai neuroadaptasi. Apabila elemen baru dimasukkan ke dalam daur hayati (biology cycle) seseorang, otak akan beradaptasi terhadap pendatang baru ini dan elemen baru ini menjadi bagian daur hayati orang tadi. Manakala elemen ini dikeluarkan, tubuh akan menderita. Nyamuk, laba-laba dan sebagainya akan mati jika lingkungan berubah, namun manusia dapat beradaptasi. Narkotik eksogen yang dikonsumsi akan masuk ke otak dan mengubah dinamik kesehatan tekanan darah, denyut jantung dan regulasi rasa nyeri dan penderitaan akan berat jika zat narkotik tersebut dikeluarkan. Dengan konsep ini Waismann dapat membuktikan bahwa apa yang dinamakan ‘kepribadian pecandu’ tidak ada.

Pengobatan (terapi medikamentosa) kecanduan narkotik pada dasarnya tidaklah sulit karena semua obat yang diperlukan telah tersedia. Digunakan antagonis yang berefek lama yang akan mempertahankan blokade reseptor. Tidak lagi digunakan istilah ‘detoksifikasi’ melainkan diperkenalkan konsep neuroregulasi. Dengan istilah ini, dimaksudkan neuroregulasi yang dipercepat yang membalikkan ketergantungan fisis dan psikologis, sedangkan detoksifikasi hanyalah berarti membersihkan tubuh dari narkotik.

Oleh karena adanya masalah kejiwaan (stres dan sebagainya), ikut-ikutan teman, mendapat narkotik karena menderita nyeri kronik atau menyusu ibu yang pecandu opiat. Seseorang dapat mengkonsumsi opiat untuk waktu yang cukup lama dan akhirnya menjadi pecandu.

Konsumsi narkotik eksogen yang kronik ini menyebabkan reseptor opioid makin lama makin banyak yang aktif. Terjadilah ketidakseimbangan kimiawi yang menyebabkan kelainan sistem saraf pusat yang dapat mengakibatkan distres fisis dan aspek psikologis sekunder, dari yang ringan sampai berat.

Dengan detoksifikasi cepat (4-5 jam) sebagian besar opiat akan keluar dari tubuh. Sesudah proses detoksifikasi ini, dimulailah proses neuroregulasi (dengan bantuan naltrekson) selama 9-14 bulan. Bergantung pada berat ringan kelainan psikologis yang timbul pasien perlu pula mendapat bantuan psikososial / mental dari ahli psikologi, psikiater dan atau agama. Mental pasien perlu diperkuat agar tidak mudah jatuh menjadi pecandu lagi, bilamana sudah normal kembali (jumlah reseptor yang aktif kembali seperti semula).

 

 

Spesial Report

Opium dari masa ke masa

Opium bukanlah barang baru, sejak dahulu kala ia telah dikenal sebagai “obat” dan “ramuan” yang bisa menghilangkan rasa sakit dan mendatangkan “kebahagiaan”, fena tampilkan disini sejarah opium dari masa kemasa (dikutip dari Opium: A History. by Martin Booth ~ Simon & Schuster, Ltd., 1996) :

  • 3400 Tahun Sebelum Masehi
    opium (poppy) dibudidayakan di Mesopotamia. Bangsa Sumeria menyebutnya sebagai Hul Gil atau “tanaman sukacita”. Bangsa Sumeria kemudian mewariskan tanaman yang memiliki efek euforia ini kepada Bangsa Assyria. Seni pengolahan opium berlanjut diteruskan (diturunkan) bangsa Assyria ke bangsa Babilonia yang pada gilirannya menyebarkan pengetahuan mereka tentang opium tersebut ke Mesir.
  • 1300 Tahun Sebelum Masehi
    Di ibu kota Thebes, bangsa Mesir mulai membudidayakan thebaicum opium , ditanam di ladang opium terkenal mereka. Perdagangan opium berkembang pada masa pemerintahan Thutmose IV, Akhenaton dan Raja Tutankhamen. Rute perdagangan meliputi Phoenicians dan Minoa yang mendistribusikan opium menyeberangi Laut Mediterania ke Yunani, Carthage, dan Eropa.

Patung Dewi/Pendeta dalam peradaban Minoa, terlihat mengenakan mahkota berhiaskan opium dibuat dari tanah liat

  • 1100 Tahun Sebelum Masehi
    Di pulau Siprus, penduduk disana membuat kerajinan pisau berkualitas (semacam pisau bedah) yang digunakan untuk memanen opium, yang kemudian akan diolah, diperdagangkan dan dipergunakan (dihisap) sebelum peristiwa jatuhnya Troy.
  • 460 Tahun Sebelum Masehi 
    Hippocrates , “Bapak Kedokteran”, menolak atribut magis yang disematkan pada opium tetapi ia mengakui kegunaannya sebagai narkotika dan obat penahan darah dalam mengobati penyakit internal, penyakit wanita dan epidemi.
  • 330 Tahun Sebelum Masehi 
    Alexander Agung memperkenalkan opium kepada orang-orang Persia dan India .
  • Tahun 400 
    Candu thebaicum , dari ladang Mesir di Thebes, pertama kali diperkenalkan ke China oleh para pedagang Arab.
  • Tahun 1020
    Ibnu Sina dari Persia mengajarkan bahwa opium adalah  “obat bius yang paling kuat.”
  • Tahun 1500 
    bangsa Portugis, saat melakukan perdagangan di sepanjang Laut Cina Timur, memulai merokok opium. Efek yang ditimbulkan dari kegiatan madat itu dianggap orang Cina sebagai kebiasaan orang barbar.
  • Tahun 1527 
    Selama puncak Reformasi, opium kembali diperkenalkan dalam literatur medis Eropa oleh Paracelsus sebagai Laudanum. Pil hitam ini atau “Stones of Immortality” terbuat dari opium thebaicum, jus jeruk dan saripati emas dan diresepkan sebagai obat penghilang rasa sakit. Paracelsus berkata “…Saya memiliki obat rahasia yang saya sebut laudanum yang lebih unggul dari semua obat-obatan yang lain.”
  • Tahun 1600 
    Penduduk Persia dan India mulai makan dan minum campuran opium untuk hiburan. Pedagang-pedagang Portugis membawa muatan opium India melalui Makao menuju arus perdagangan ke Cina.
  • Tahun 1601 
    Kapal yang disewa oleh Elizabeth 1 diperintahkan untuk membeli opium terbaik dari India dan membawanya kembali ke Inggris.
  • Tahun 1680 
    Seorang apoteker Inggris, Thomas Sydenham , memperkenalkan Laudanum Sydenham, sebuah ramuan dari opium, anggur sherry dan tumbuh-tumbuhan. Ramuan buatannya menjadi obat yang populer untuk berbagai penyakit.
  • Tahun 1700 
    Belanda mengekspor opium India ke Cina dan kepulauan Asia Tenggara; Belanda memperkenalkan praktek merokok opium dalam pipa tembakau ke Cina.
  • Tahun 1729 
    Kaisar Cina, Yung Cheng, mengeluarkan sebuah dekrit yang melarang praktek merokok opium dan penjualan domestik, kecuali di bawah lisensi untuk digunakan sebagai obat.
  • Tahun 1750 
    British East India Company memegang kendali perdagangan Bengal dan Bihar, dua distrik opium di India. Inggris mendominasi perdagangan opium keluar dari Calcutta ke Cina.
  • Tahun 1753 
    Linnaeus , bapak botani, pertama mengklasifikasikan opium, Papaver somniferum – sebagai perangsang tidur , dalam bukunya Genera Plantarum .
  • Tahun 1767 
    Ekspor opium oleh British East India Company ke Cina mencapai dua ribu peti per tahun.
  • Tahun 1773
    East India Company memegang monopoli atas semua opium yang diproduksi di Bengal, Bihar dan Orissa. Warren Hastings (gubernur jenderal British India) memperkenalkan sistem kontrak. Kontrak perdagangan yang berurusan dengan opium diberikan melalui lelang.
  • Tahun 1793 
    British East India Company mengumumkan monopoli atas perdagangan opium. Petani opium di India dilarang menjual opium untuk perusahaan dagang pesaingnya.
  • Tahun 1796
    Impor opium ke Cina menjadi perdagangan selundupan. Perak diselundupkan keluar untuk membayar penyelundupan opium.
  • Tahun 1799
    Kaisar Cina, Kia King, melarang opium sama sekali, membuat perdagangan dan budidaya opium menjadi ilegal.
  • Tahun 1800 
    Perusahaan Levant Inggris membeli hampir setengah dari semua opium yang keluar dari Smyrna, Turki untuk impor ke Eropa dan Amerika Serikat.
  • Tahun 1803 
    Friedrich Sertürner dari Paderborn, Jerman menemukan bahan aktif opium dengan melarutkannya dalam asam kemudian menetralisir larutan tersebut dengan amonia. Hasilnya adalah alkaloid –Principium somniferum atau morfin .Para Dokter percaya bahwa opium akhirnya telah disempurnakan dan “dijinakkan”. Morfin dipuji sebagai “obat pemberian Tuhan” karena khasiat, efek jangka panjang dan keamanannya.
  • Tahun 1827 
    E. Merck & Company di Darmstadt, Jerman, mulai memproduksi morfin untuk komersial.
  • 18 Maret 1839 
    Lin Tse-Hsu, komisaris kekaisaran Cina yang bertanggung jawab atas pengawasan arus perdagangan opium, memerintahkan semua pedagang asing untuk menyerahkan opium mereka. Sebagai tanggapan, Inggris mengirimkan kapal perang ke pantai Cina, awal Perang Candu Pertama.

ilustrasi perang candu

  • Tahun 1841 
    Orang Cina dikalahkan oleh Inggris dalam Perang Candu Pertama . Selain membayar ganti rugi yang besar, Hong Kong harus diserahkan kepada Inggris.
  • Tahun 1843 
    Dr Alexander Wood dari Edinburgh menemukan teknik baru dari pemberian morfin yaitu melalui injeksi dengan jarum suntik. Dia menemukan efek morfin pada pasiennya langsung seketika dan tiga kali lebih kuat.
  • Tahun 1852 
    Inggris tiba di Burma, mengimpor opium dalam jumlah besar dari India dan menjualnya melalui monopoli opium yang dikendalikan pemerintah.
  • Tahun 1856 
    Inggris dan Prancis memperbaharui permusuhan mereka terhadap Cina dalam Perang Candu II. Sebagai buntut dari perang itu, Cina dipaksa untuk membayar ganti rugi lain. Impor opium disahkan.Produksi opium meningkat sepanjang dataran tinggi Asia Tenggara.
  • Tahun 1874 
    Peneliti Inggris, CR Wright pertama kali mensintesis heroin , atau diacetylmorphine , dengan mendidihkan morfin diatas kompor.
  • 1895 
    Heinrich Dreser dari Perusahaan Bayer, Elberfeld, Jerman, menemukan bahwa mencairkan morfin dengan acetyls menghasilkan obat tanpa efek samping morfin pada umumnya. Bayer memulai produksi diacetylmorphine dan memberinya nama “heroin.” Heroin belum diperkenalkan secara komersial sampai tiga tahun berikutnya.

Kemasan botol heroin yang diproduksi Bayer

  • Tahun 1902 
    Dalam berbagai jurnal kesehatan, para dokter mendiskusikan efek samping dari penggunaan heroin sebagai obat penyembuh kecanduan morfin. Beberapa dokter berpendapat bahwa pasien mereka menderita gejala kecanduan heroin sama dengan kecanduan morfin.
  • Tahun 1903 
    kecanduan heroin meningkat sampai tingkat yang mengkhawatirkan.
  • Tahun 1905 
    Kongres A.S. melarang Opium.
  • 1 Februari 1909 
    Komisi Opium Internasional diselenggarakan di Shanghai yang membahas efek jahat opium.
  • Tahun 1930
    Sebagian besar heroin ilegal yang diselundupkan ke Amerika Serikat berasal dari Cina dan disempurnakan di Shanghai dan Tietsin.
  • Awal Tahun 1940-an 
    Selama Perang Dunia II, rute perdagangan opium dihalangi dan aliran opium dari India dan Persia terputus. Takut kehilangan monopoli opium mereka, Prancis mendorong petani Hmong untuk meningkatkan produksi opium mereka.
  • Tahun 1950 
    upaya Amerika Serikat untuk mencegah penyebaran Komunisme di Asia melibatkan aliansi dengan suku-suku dan panglima perang yang mendiami daerah Segitiga Emas (meliputi Laos, Thailand dan Birma), sehingga memberikan aksesibilitas dan perlindungan sepanjang perbatasan tenggara Cina. Dalam rangka mempertahankan hubungan mereka dengan para panglima perang sambil terus mendanai perjuangan melawan komunisme, AS dan Perancis memasok amunisi untuk panglima perang dan tentara mereka, serta senjata dan transportasi udara untuk produksi dan penjualan opium. Hasilnya: sebuah lonjakan dalam ketersediaan dan aliran ilegal heroin ke Amerika Serikat dan ke tangan pengedar narkoba dan pecandu.
  • Tahun 1962
    Birma melarang opium.
  • Tahun 1965-1970
    Keterlibatan AS di Vietnam dianggap menjadi penyebab lonjakan heroin ilegal yang diselundupkan ke Amerika. Untuk membantu sekutu Amerika Serikat, Central Intelligence Agency ( CIA ) mendirikan sebuah maskapai penerbangan, Air America, untuk mengangkut opium mentah dari Birma dan Laos. Beberapa opium  diangkut ke Marseilles oleh para gangster Korsika untuk disempurnakan menjadi heroin dan dikapalkan ke AS melalui koneksi Prancis. Jumlah pecandu heroin di AS diperkirakan mencapai sekitar 750.000 orang.
  • Tahun 1972
    Ekspor Heroin dari Segitiga Emas di Asia Tenggara, dikendalikan oleh panglima perang Shan, Khun Sa, menjadi sumber utama bagi opium mentah dalam perdagangan narkoba yang sangat menguntungkan.

 

Khun-Sa, The Opium King

  • 1 Juli 1973
    Presiden Nixon mendirikan DEA (Drug Enforcement Administration) di bawah Departemen Kehakiman untuk mengkonsolidasikan hampir semua kekuatan penegakan hukum federal berkaitan dengan narkoba.
  • Tahun 1978 
    Pemerintah Amerika Serikat dan Meksiko menemukan sebuah cara untuk menghilangkan sumber opium mentah – dengan penyemprotan ladang opium menggunakan Agen Oranye.

    agent oranye yang disemprotkan di vietnam, bahan yang sama digunakan untuk memusnahkan opium di Mexico

  • Tahun 1988 
    Produksi opium meningkat di Birma di bawah kekuasaan Hukum Negara dan Ketertiban Pemulihan Council (SLORC), rezim junta Burma. AS mencurigai bahwa pengiriman 2.400 pon heroin, dalam perjalanan ke New York City, berasal dari kawasan Segitiga Emas, dikendalikan oleh panglima perang narkoba, Khun Sa.
  • Tahun 1990 
    Pengadilan AS mendakwa Khun Sa, pimpinan Tentara Shan dan panglima perang narkoba terkenal, atas tuduhan perdagangan heroin. Kantor Kejaksaan Agung AS menuntut Khun Sa karena mengimpor 3.500 pound heroin ke kota New York selama delapan belas bulan, serta menahannya berkaitan dengan heroin dalam jumlah besar yang disita di Bangkok.
  • Tahun 1992 
    Raja obat bius Kolombia memperkenalkan heroin kelas tinggi ke Amerika Serikat.
  • Tahun 1993 
    Tentara Thailand dengan dukungan dari US Drug Enforcement Agency (DEA) meluncurkan operasi untuk menghancurkan ribuan hektar bunga opium dari ladang di kawasan Segitiga Emas.
  • Tahun 1995
    Wilayah Segitiga Emas Asia Tenggara masih memimpin produksi opium dengan menghasilkan 2.500 ton opium per tahun. Menurut para ahli obat AS, ada rute perdagangan obat baru dari Birma melalui Laos, ke selatan Cina, Kamboja dan Vietnam.
  • Tahun 1999
    Kontrol Program Obat PBB memperkirakan sekitar 75% dari produksi heroin dunia berasal dari Afghanistan.
  • Tahun 2000
    pemimpin Taliban Mullah Omar melarang budidaya opium di Afghanistan, Perserikatan Bangsa-Bangsa menegaskan agar produksi opium diberantas.
  • Musim gugur 2001
    Perang di Afghanistan, heroin membanjiri pasar Pakistan. Taliban digulingkan dari kekuasaan.
  • Oktober 2002
    PBB mengumumkan Afghanistan telah kembali pada posisinya sebagai produsen opium terbesar di dunia.
  • Oktober 2003
    US Food and Drug Administration (FDA) dan Drug Enforcement Administration (DEA) meluncurkan satuan tugas (satgas) khusus untuk mengekang lonjakan penjualan narkotika lewat apotek online .
  • September 2004
    Singapura mengumumkan rencana untuk mengeksekusi pengguna heroin, Chew Seow Leng. Di bawah hukum Singapura, pengguna heroin kronis dengan toleransi psikologi tinggi terhadap obat dianggap sebagai “pedagang”. Pecandu akan menghadapi hukuman mati jika mereka mengkonsumsi lebih dari 15 gram (0,5 ons) heroin sehari.
  • September 2006
    Kepala Kantor PBB untuk Kejahatan dan Narkoba melaporkan bahwa panen opium di Afghanistan pada tahun 2006 akan menjadi sekitar 6.100 metrik ton opium – sebuah rekor dunia. Angka ini jumlah untuk sekitar 92% pasokan opium dunia.
  • Agustus 2007
    Produksi opium Afghanistan diperkirakan meningkat 15 persen dari tahun 2006. Afganistan sekarang memiliki 95 persen dari tanaman opium dunia.

 

Sejarah Opium di Indonesia

Bunga opium (poppy), yang dalam bahasa Latin disebut Papaver somniferum, memang tidak ditanam di Pulau Jawa. Meski begitu, orang Jawa ditengarai sudah menggunakan opium jauh sebelum kedatangan Belanda. Setelah orang Belanda mendarat di Pulau Jawa, pada akhir adad ke-17, mereka bersaing keras dengan pedagang Inggris untuk merebut pasar opium di Jawa.

Pada 1677, Kompeni Hindia Timur Belanda (VOC) memenangkan persaingan ini. Kompeni berhasil memaksa Raja Mataram, Amangkurat II, menandatangani sebuah perjanjian yang menentukan. Isi perjanjian itu adalah: Raja Mataram memberikan hak monopoli kepada Kompeni untuk memperdagangkan opium di wilayah kerajaannya.

Setahun kemudian, Kerajaan Cirebon juga menyepakati perjanjian serupa. Inilah tonggak awal monopoli opium Belanda di Pulau Jawa. Hanya dalam tempo dua tahun, lalu lintas perdagangan opium meningkat dua kali lipat. Rata-rata setiap tahun, sekitar 56 ton opium mentah masuk ke Jawa secara resmi. Tetapi, opium yang masuk sebagai barang selundupan bisa dua kali lipat dari jumlah impor resmi itu.

Pada awal 1800, peredaran opium sudah menjamur di seluruh pesisir utara Jawa, dari Batavia hingga ke Tuban, Gresik, Surabaya di Jawa Timur, bahkan Pulau Madura. Di pedalaman Jawa, opium menyusup sampai ke desa-desa di seantero wilayah Kerajaan Surakarta dan Yogyakarta. Di Yogyakarta saja terdapat 372 tempat penjualan opium.

Di kalangan kaum bangsawan, opium bahkan memberikan corak tertentu pada gaya hidup yang sedang berkembang. Opium dipandang sebagai peranti keramah-tamahan dalam kehidupan bermasyarakat. Di pesta-pesta kalangan atas, sudah menjadi kewajaran jika para tetamu pria disuguhi opium.

Permukiman Cina, yang semula hanya terpusat di sepanjang pesisir utara, pada pertengahan abad ke-19 mulai menyebar ke kota-kota pedalaman Jawa. Bahkan, justru kawasan pedalaman inilah yang kemudian berkembang menjadi lahan subur bagi para bandar opium. Pasar opium paling ramai terletak di kawasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Bandar opium Surakarta, misalnya, bersama wilayah Keresidenan Kediri dan Madiun, Jawa Timur, selalu menghasilkan pajak opium tertinggi bila dibandingkan dengan wilayah lainnya. Sejak awal abad ke-19 hingga awal abad ke-20, kawasan itu juga mencatat rekor jumlah pengguna opium, dibandingkan dengan wilayah mana pun di Pulau Jawa.

Peringkat kedua diduduki oleh penduduk yang bermukim di wilayah pesisir: Semarang, Rembang, hingga Surabaya. Tapi, di peringkat yang sama juga tercatat kawasan pedalaman Yogyakarta, dan wilayah Keresidenan Kedu. Kemudian disusul wilayah Batavia, hingga pantai utara bagian timur, Rembang, Tuban, Besuki, Pasuruan, Probolinggo, Madura, juga pedalaman Ponorogo.

Larangan Paku Buwono II

Pada masa itu, mengisap opium seperti menjadi ciri umum kehidupan kota dan desa. Opium dipasarkan bahkan sampai ke tengah masyarakat desa yang tergolong miskin. Pesta panen, misalnya, seringkali dibarengi dengan pesta candu. Bahkan dalam hajatan pernikahan, tak jarang tuan rumah menyediakan candu untuk para tetamu yang dikenal sudah biasa menghirup madat. Para pemimpin desa pun dijamu dengan cara ini.

Opium masuk ke dalam kehidupan masyarakat Jawa tanpa memandang pangkat dan derajat. Candu dijajakan dari rumah ke rumah. Hampir di setiap desa ada pondok tempat mengisap opium. Orang Jawa membeli opium dengan duit yang didapat dari memeras keringat sebagai petani, pedagang, buruh, dan kuli perkebunan. Padahal, penghasilan seorang buruh pada 1885 rata-rata hanya 20 sen per hari.

Sementara itu, belanja opium rata-rata orang Jawa pada masa itu mencapai 5 sen per hari. Artinya, sekitar seperempat pendapatan dijajankan untuk opium. Diperkirakan, satu dari 20 lelaki Jawa mengisap opium hanya sebagai kenikmatan sesaat, tak sampai terjerat menjadi pecandu. Ibarat kata, kedudukan opium pada masa itu mirip dengan posisi rokok pada masa kini.

Tapi, ada juga manusia Jawa yang membelanjakan hingga 20 sen per hari hanya untuk opium. Karena itu, tidaklah mengherankan bila banyak orang Jawa yang jatuh papa lantaran opium. Mulai insaf akan ancaman obat bius ini, pada abad ke-18, Raja Surakarta, Paku Buwono II, bertekad melarang semua keturunannya mengisap opium.

Larangan itu, rupanya, ibarat gaung jatuh ke lembah. Terdengar selintas angin, lalu lenyap ditelan kegelapan. Sebab, pada masa pemerintahan Paku Buwono IV, 1788-1820, Raja Surakarta ini menerbitkan buku Wulang Reh, yang berisi ajaran tentang perilaku. Dalam buku yang berisi tembang, dan sangat populer di kalangan orang Jawa, itu sang raja mengingatkan rakyatnya jangan sampai terjerat candu.

Di kalangan masyarakat Cina pada masa itu, mengisap opium malah bisa dikatakan sudah menjadi semacam ”kebudayaan”. Baik untuk kalangan yang tinggal di kota besar, maupun di kota kecil dan pedesaan. Para hartawan Cina menikmati opium di rumah mereka, atau di klub-klub opium yang bersifat eksklusif. Sedangkan Cina miskin mengisap opium di pondok-pondok opium umum, bersama penduduk setempat.

Migrasi Kepiting Merah

Christmas Island Red Crab

 

Christmas Island di Asia Tenggara menjadi panggung untuk peristiwa alam yang menakjubkan: migrasi massal puluhan bahkan ratusan juta kepiting merah yang melintasi jalan hingga 8 km dalam waktu 5 hari. Jutaan kepiting merah turun setiap tahun yang didorong oleh tujuan yang jelas: yaitu untuk berkembang biak dan bertelur. Ketika musim hujan datang, dan ombak menjadi pasang, kepiting mulai bergerak, muncul dari liang mereka di hutan hujan, dan berjalan beramai-ramai menuju laut. Tidak ada yang menghalangi pergerakan mereka, baik itu toko, atau lapangan golf atau jalan-jalan yang sibuk. Bahkan tebing terjalpun dituruninya dengan mudah.

Pada awal musim hujan (biasanya Oktober dan November), kepiting merah dewasa memulai migrasi spektakuler dari hutan ke pantai untuk berkembang biak. Pembiakan biasanya serentak disepanjang pulau. langit mendung dan jalan yang basah oleh hujan membuat perjalanan mereka kelaut menjadi panjang dan menyulitkan.

Selama migrasi kepiting tersebut akan menutupi jalan-jalan, hingga untuk berjalan diantaranya sangat susah, mereka menutupi got, masuk rumah-rumah dan lain sebagainya. Penduduk setempat dibantu para relawan biasanya menggunakan sekop untuk membuka jalan, membuat jalur dengan cara memagari dan kemudian mengalihkan ke tempat lain. Namun, tidak sedikit yang mati, karena kepanasan, terinjak dan terlindas mobil. diperkirakan 10-15 juta kepiting mati dalam masa migrasi tersebut.

Kepiting merah Christmas Island  , Gecarcoidea Natalis , adalah spesies kepiting darat yang endemik di Christmas Island dan Cocos Island di Samudra Hindia . Meskipun terbatas pada wilayah yang relatif kecil, diperkirakan sekitar 43,7 juta kepiting merah dewasa tinggal di Christmas Island saja. Kepiting merah makanannya sebagian besar berupa daun-daunan yang jatuh dan bunga , tapi kadang-kadang ia juga akan memakan hewan lain, termasuk kepiting merah lainnya (kanibalisme) jika ada kesempatan.

 

Rahasia kemampuan berjalan jauh

Berdasarkan penelitian dari University of Bristol, perubahan hormon memberi kekuatan bagi kepiting untuk melakukan perjalanan panjang. Ilmuwan menemukan bahwa Crustacean Hyperglycaemic Hormone (CHH) mampu membuat kepiting melakukan efisiensi tenaga di otot mereka, serta meminimalisir penggunaan glukosa sebagai sumber daya perjalanan.

Profesor Webster, ahli endokrinologi di Bangor University menambahkan, Migrasi mereka sangat membutuhkan energi karena kepiting harus berjalan beberapa kilometer selama lebih dari satu hari.

Sebelum migrasi, kepiting akan mengurangi kegiatan dan hanya keluar dari lubang mereka untuk mencari makan. Tim peneliti menemukan bahwa konsumsi glukosa pada kepiting memiliki banyak perbedaan tergantung pada musim.
Selama musim kemarau, dipaksa menghasilkan hormon tertentu, terlepas apakah telah mengkonsumsi glukosa atau tidak.

Tingkat glukosa secara jelas bergantung pada hormon saat itu, kata Webster. Ini masuk akal untuk memastikan energi bagi migrasi. Glukosa hanya dibebaskan dari penyimpan glikogen saat tingkat glukosa rendah.

 

Yareta, Tanaman Berumur Ribuan Tahun

Ada sesuatu yang tampak hijau dan asing, yang tumbuh di Amerika Selatan. Pada pandangan pertama kamu mungkin akan berpikir bahwa itu adalah sisa-sisa peninggalan spesies makhluk luar angkasa, dengan menggunakan padang rumput benua terpencil untuk membangun pijakan mereka di planet Bumi. Namun bagaimana asingpun ini terlihat, “makhluk hijau” ini memiliki sejarah yang panjang di dunia ini. Ini adalah Yareta.

3,000 Year Old Yareta Plant

Image Credit Flickr User Szeke

Yareta at Ollague Volcano lookout

Uyuni  Invierno 2006 251

Yareta ( Azorella compacta , juga dikenal sebagai “Llaret” dalam bahasa Spanyol, atau Azorella Yareta) adalah tanaman berbunga kecil dalam keluarga Apiaceae yang merupakan tanaman asli Amerika Selatan , tumbuh di Puna Grasslands di Andes, Peru , Bolivia , utara Chili dan barat Argentina pada ketinggian antara 3200 sampai 4500 meter. Meskipun tampak “besar”, sebenarnya ia terdiri dari individu-individu kecil yang bergerombol.

Tanaman ini sering tumbuh di tanah yang berpasir dan kering. Ia dapat tumbuh dalam lingkungan yang memiliki nutrisi yang buruk, tidak peduli apakah tanah yang ditempatinya bersifat asam, netral atau basa (alkali). Yareta dapat beradaptasi dengan lingkungan yang panas, dan uniknya, ia tidak dapat tumbuh ditempat yang teduh (dibawah bayang-bayang). Tingkat pertumbuhan tanaman ini diperkirakan sekitar 1,5 sentimeter per tahun (Kleier dan Rundel 2004).

Image Credit Flickr User courneya

Image Credit Flickr User Claudius Probing

Image Credit Flickr User magnusvk

 

Menurut penduduk lokal, Yareta bisa digunakan sebagai obat-obatan untuk meredakan sakit rematik. Teh yang dibuat dari daunnya dikatakan mampu mengatur tekanan darah, mengobati diabetes dan juga obat untuk langsing. Sekali lagi fena tekankan bahwa itu adalah kepercayaan masyarakat setempat.

 

Yareta termasuk tumbuhan Evergreen (Hijau Abadi)

Tumbuhan hijau abadi (bahasa Inggris: evergreen plants) adalah tumbuhan yang tidak menggugurkan seluruh daunnya secara serentak pada suatu musim atau kondisi lingkungan tertentu. Walaupun kebanyakan adalah pepohonan, tumbuhan berperilaku semacam ini juga dapat berupa tanaman kecil (terna).

Hutan yang didominasi oleh tumbuhan semacam ini dinamakan hutan hijau abadi. Hutan hujan tropis adalah hutan dengan tipe ini, dengan pohon berlapis-lapis dan terna di dasar hutan yang berdaun lebar.

Bunga Yareta yang berwarna pink atau lavender (lembayung muda) bersifat hermaprodit, yaitu memiliki kelamin ganda, jantan dan betina, yang mana itu berarti meskipun perkembangannya biasanya melalui penyerbukan oleh serangga, namun Yareta tetap bisa berkembang biak sendiri (Self-Fertile).

Image Credit Flickr User jmarquez

 

Image Credit Flickr User Alejandro Soffia Vega

 

Satu hal yang menarik dari Yareta adalah, mereka telah berumur sangat tua. Banyak koloni Yareta diketahui telah berumur lebih dari 3000 tahun, fantastis!

Fenomena Blue Jet

Petir

Petir atau halilintar adalah gejala alam yang biasanya muncul pada musim hujan di mana di langit muncul kilatan cahaya sesaat yang menyilaukan biasanya disebut kilat yang beberapa saat kemudian disusul dengan suara menggelegar sering disebut Guruh. Perbedaan waktu kemunculan ini disebabkan adanya perbedaan antara kecepatan suara dan kecepatan cahaya.

CG lightning strike

Marden lightning

Petir merupakan gejala alam yang bisa kita analogikan dengan sebuah kapasitor raksasa, dimana lempeng pertama adalah awan (bisa lempeng negatif atau lempeng positif) dan lempeng kedua adalah bumi (dianggap netral). Seperti yang sudah diketahui kapasitor adalah sebuah komponen pasif pada rangkaian listrik yang bisa menyimpan energi sesaat (energy storage). Petir juga dapat terjadi dari awan ke awan (intercloud), dimana salah satu awan bermuatan negatif dan awan lainnya bermuatan positif.

Brisbane Lightening

Spring Storm at Buenos Aires

Lightning over Cape Town

Petir terjadi karena ada perbedaan potensial antara awan dan bumi atau dengan awan lainnya. Proses terjadinya muatan pada awan karena dia bergerak terus menerus secara teratur, dan selama pergerakannya dia akan berinteraksi dengan awan lainnya sehingga muatan negatif akan berkumpul pada salah satu sisi (atas atau bawah), sedangkan muatan positif berkumpul pada sisi sebaliknya. Jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar, maka akan terjadi pembuangan muatan negatif (elektron) dari awan ke bumi atau sebaliknya untuk mencapai kesetimbangan. Pada proses pembuangan muatan ini, media yang dilalui elektron adalah udara. Pada saat elektron mampu menembus ambang batas isolasi udara inilah terjadi ledakan suara. Petir lebih sering terjadi pada musim hujan, karena pada keadaan tersebut udara mengandung kadar air yang lebih tinggi sehingga daya isolasinya turun dan arus lebih mudah mengalir. Karena ada awan bermuatan negatif dan awan bermuatan positif, maka petir juga bisa terjadi antar awan yang berbeda muatan.

Petir atau kilat yang terjadi diatas lapisan awan badai disebut Transient Luminous Event (TLE). Istilah ini digunakan untuk menyebutkan fenomena terbentuknya kilat diatas atmosfer yang oleh para ilmuwan kadang dinamakan Upper-atmospheric Lightning atau Upper-atmospheric Discharge. Fena akan membahas dua macam TLE disini, yaitu Sprite dan Blue Jets.

 

Sprite

Sprite adalah pijaran cahaya dalam durasi yang sangat singkat yang terjadi di atmosfer tengah. Sprite sering dimulai diketinggian sekitar 45 mil ( sekitar 72 km di mesosfer) dan memanjang ke atas ke tepi ionosfer (sekitar 55-60 mil) dan kadang-kadang ke lapisan bawah stratosfer (ke level 15-20 mil). Warnanya biasanya merah, tetapi ada juga yang terlihat kebiruan.

Sejak 1886, para ilmuwan telah secara berkala melaporkan dalam jurnal ilmiah bahwa mereka telah melihat sesuatu yang mereka tidak mengerti jauh diatas badai. Namun “penemuan” tentang Sprite ini dapat ditelusuri sampai 6 Juli 1989 saat Profesor Fisika dari University of Minnesota, John R. Winckler, sedang menguji Low-Light Video Camera untuk penelitian tentang penerbangan roket. Saat memutar ulang rekaman itu, ia dan mahasiswa pascasarjana nya, Robert Franz dan Robert Nemzek, terkejut ketika menemukan dua bagian video yang menunjukkan dua kolom raksasa yang tinggi menjulang seperti lampu di atas badai yang jauh di utara Minnesota. Mereka dengan cepat menyadari hal ini mungkin dapat menjelaskan laporan visual yang sering dilaporkan selama lebih dari satu abad mengenai cahaya lampu aneh di atas badai.

 

 

Apa yang menyebabkan sprite?

Sprite adalah hasil dari pembuangan petir sangat kuat yang kadang-kadang terjadi di dalam badai. Mereka hampir selalu dipicu oleh cahaya kilat bermuatan positif yang sangat kuat (CG atau Cloud-to-Ground) yang menurunkan sejumlah besar muatan listrik ke bumi. Situasi Ini sesaat meningkatkan medan listrik di tengah atmosfir di luar titik “dielektric-breakdown.” Dengan kata lain, percikan raksasa terjadi, biasanya dimulai sekitar 45 mil dari atas tanah. Arus listrik kemudian bergerak keatas dan ke bawah dari titik itu. Hanya sedikit (<10%) dari CG positif yang benar-benar menghasilkan sprite, dan juga, hanya dalam badai tertentu.

Berapa lama terjadinya sprite?

Sangat singkat, kurang dari seperseratus detik. Sangat sulit untuk mengamati sprite dengan mata telanjang, bahkan dengan kamera biasapun akan sulit didapatkan, kecuali  jika kita memakai kamera yang memiliki fitur “Night Vision” atau melengkapi kamera kita dengan alat tambahan seperti “Night Scope”

 

Blue Jets

Blue Jets atau “Jet biru” berbeda dari sprite, karena mereka terbentuk diatas cumulonimbus di atas badai, biasanya dalam bentuk kerucut sempit, ke tingkat terendah dari ionosfer 40km sampai 50km di atas bumi. Selain itu, jika sprite cenderung berwarna merah dan berhubungan dengan sambaran petir yang signifikan, jet biru tidak tampak secara langsung dipicu oleh petir, terbentuknya jet biru tampaknya berhubungan dengan aktivitas yang kuat dalam badai hujan es. Jet biru juga lebih terang dari sprite dan, seperti yang tersirat oleh namanya, jet biru berwarna biru. Warna ini diyakini terjadi karena adanya garis-garis emisi ultraviolet biru dari molekul nitrogen yang netral dan terionisasi.

 

Credit: D. Sentman, G. Wescott, Geophysical Institute, U. Alaska Fairbanks, NASA

Jet biru pertama kali direkam pada tanggal 21 Oktober 1989, saat video monokrom badai di cakrawala diambil dari Space Shuttle saat melintas di Australia. Jet biru terjadi jauh lebih sering daripada sprite. Sampai tahun 2007, kurang dari seratus gambar telah diperoleh. Sebagian besar gambar-gambar, yang meliputi citra warna pertama, berhubungan dengan badai tunggal yang dipelajari oleh para peneliti dari University of Alaska. Gambar-gambar Ini diambil dalam serangkaian penerbangan pesawat tahun 1994 untuk mempelajari sprite.

Pada tahun 1993, saat terbang di atas badai petir yang sangat kuat di Arkansas, Davis Sentman dan Eugene Wescott dari University of Alaska Geophysical Institute mencatat peristiwa Transcient Luminous Events (TLE) baru. Mereka terkejut melihat cahaya sinar biru menembak ke atas langsung dari puncak awan. Melesat pada kecepatan di atas 100 km/detik, pilar cahaya ini mencapai ketinggian 40-50 km – dua atau tiga kali ketinggian awan – sebelum memudar. Wescott dan Sentman kemudian menamakannya kilatan jet biru (Flashes Blue Jets).

 

 

Jet biru memancar dari puncak awan menuju ionosfer hingga ketinggian 20 sampai 50 km dengan kecepatan sekitar 100km/detik. Mereka selalu biru dan berbentuk corong: 1.6 hingga 3.2 km di pangkalnya dan 8 sampai 10 km di bagian atas. Starter biru (Blue Starter), sebuah fenomena yang terkait, kemungkinan adalah jet biru yang gagal terbentuk.

 

Badai Merah di Australia

23 September 2009, badai debu merah telah membuat langit Australia menjadi oranye menyala terutama di pantai timur Australia. Sydney Opera House berubah menjadi oranye, penerbangan di bandara Sydney dan Brisbane ditunda, pekerjaan pembangunan ditutup, pekerja tersedak dan departemen darurat dibanjiri telepon dalam badai debu terburuk yang melanda Australia dalam 70 tahun.

Di pelabuhan Sydney, udara merah tebal membatasi jarak pandang hingga kurang dari 100 meter dan jembatan diselimuti kabut hingga suasana kota menjadi mirip dengan kota hantu. Suasan yang serba merah itu membuat siapa saja yang melihatnya merasa seperti melihat adegan Armageddon (Kiamat).

“Saya bangun dan di langit ada ada rona keemasan,” kata Alex Wagstaff pada surat kabar Sydney.

Bagi para penumpang, kejadian itu menimbulkan banyak kekacauan. Transportasi Feri ditangguhkan dan terowongan M5, jalan utama ke kota, ditutup.

Di bandara Sydney, jarak pandang berkurang hingga 400 meter, penerbangan dibatalkan, sementara beberapa penerbangan internasional dialihkan ke Melbourne, di mana penerbangan juga ditunda.

Seorang pejabat cuaca di biro meteorologi NSW, Barry Hanstrum, mengatakan badai itu “salah satu yang terburuk, jika bukan yang paling terburuk”.

“Kejadian seperti ini sangat langka,” katanya.

Saat debu menyelimuti pantai timur pada malam harinya, hujan lebat mendera Adelaide, membuat banjir dijalan-jalan.

Saat fajar, dua gempa mengguncang Melbourne. Kemudian di hari berikutnya hujan es sebesar bola kriket menghujani New South Wales. Hujan lebat dikhawatirkan menimbulkan banjir sehingga peringatan waspada banjirpun dikeluarkan.

gambar satelit "MODIS Terra" yang memperlihatkan pergerakan badai merah diatas Australia, gambar diambil 23 September 2009

Biro meteorologi mengatakan ini adalah badai debu terburuk sejak 1940-an, dengan partikel polusi hingga 10 kali lebih buruk dari rekor sebelumnya. Badai debu berikutnya diperkirakan akan datang besok atau lusa.

Para pejabat kesehatan mendesak orang untuk tinggal di dalam rumah karena udara Sydney diperkirakan akan tetap diselimuti partikel debu sampai tiga hari kedepan.