Ada Sungai Bawah Laut di Laut Hitam

Para peneliti yang bekerja di Laut Hitam telah menemukan arus air 350 kali lebih besar dari arus Sungai Thames yang mengalir di sepanjang dasar laut, mengukir saluran seperti sebuah sungai di permukaan tanah.

Sungai bawah laut ini bahkan memiliki jeram dan air terjun seperti layaknya sungai di darat. Jika ditemukan di darat, para ilmuwan memperkirakan itu akan menjadi sungai terbesar keenam di dunia dalam hal jumlah air yang mengalir melaluinya.

Penemuan ini bisa membantu menjelaskan bagaimana kehidupan dilaut dalam bisa bertahan mengingat letaknya jauh dari perairan yang kaya nutrisi yang biasanya ada ditempat yang dekat dengan daratan, aliran sungai bawah laut ini membawa sedimen dan nutrisi bersama airnya.

Para ilmuwan, berbasis di University of Leeds, menggunakan kapal selam robot, Natural Environment Research Council ‘s Autosub3 – sebuah kendaraan bawah air berbentuk¬†torpedo sepanjang 7 meter, untuk mempelajari saluran sungai didasar laut tersebut.

Mereka menemukan sebuah sungai dengan air yang sangat asin yang mengalir sepanjang saluran yang dalam di dasar Laut Hitam, saluran ini menciptakan sungai dan dataran banjir seperti layaknya sebuah sungai yang ditemukan di tanah.

dr Parsons, dari University’s School of Earth and Environment, mengatakan:

“Air di saluran tersebut lebih padat daripada air laut di sekitarnya karena memiliki salinitas yang lebih tinggi dan membawa begitu banyak sedimen.”

“Aliran air ini mengalir turun menyusuri jalur didasar laut dan keluar ke dataran abyssal seperti sebuah sungai didarat pada umumnya. Dataran abyssal laut kita seperti gurun pasir di dunia laut, saluran ini dapat memberikan nutrisi dan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk kehidupan di atas padang pasir ini.”

“Ini berarti mereka bisa menjadi sangat penting, seperti pembuluh arteri memberikan hidup ke laut dalam.”

“Perbedaan utama yang kami temukan dari sungai darat adalah bahwa ketika aliran memasuki belokan, spiral air terbentuk dengan cara yang berlawanan arahnya dengan sungai-sungai di darat.”

Sungai bawah laut ditemukan oleh Dr Parsons dan rekan-rekannya, yang belum diberi nama, berasal dari air asin yang mengalir melalui Selat Bosphorus dari Mediterania ke Laut Hitam, dimana air disana memiliki kandungan garam yang lebih rendah.

Dr Parsons menemukan bahwa sungai Laut Hitam mengalir di sekitar 6.4 km/jam dengan 22.000 meter kubik air melewati saluran setiap detik, 350 kali lebih besar daripada aliran Sungai Thames dan 10 kali lebih besar dari sungai terbesar di Eropa, Rhine.

About Kak Abbas

Saya menyukai dunia pendidikan dan teknologi, dan saya juga menyukai anak-anak yang imut manis dan lucu ^_^

Posted on November 17, 2011, in Alam and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: