Badai Merah di Australia

23 September 2009, badai debu merah telah membuat langit Australia menjadi oranye menyala terutama di pantai timur Australia. Sydney Opera House berubah menjadi oranye, penerbangan di bandara Sydney dan Brisbane ditunda, pekerjaan pembangunan ditutup, pekerja tersedak dan departemen darurat dibanjiri telepon dalam badai debu terburuk yang melanda Australia dalam 70 tahun.

Di pelabuhan Sydney, udara merah tebal membatasi jarak pandang hingga kurang dari 100 meter dan jembatan diselimuti kabut hingga suasana kota menjadi mirip dengan kota hantu. Suasan yang serba merah itu membuat siapa saja yang melihatnya merasa seperti melihat adegan Armageddon (Kiamat).

“Saya bangun dan di langit ada ada rona keemasan,” kata Alex Wagstaff pada surat kabar Sydney.

Bagi para penumpang, kejadian itu menimbulkan banyak kekacauan. Transportasi Feri ditangguhkan dan terowongan M5, jalan utama ke kota, ditutup.

Di bandara Sydney, jarak pandang berkurang hingga 400 meter, penerbangan dibatalkan, sementara beberapa penerbangan internasional dialihkan ke Melbourne, di mana penerbangan juga ditunda.

Seorang pejabat cuaca di biro meteorologi NSW, Barry Hanstrum, mengatakan badai itu “salah satu yang terburuk, jika bukan yang paling terburuk”.

“Kejadian seperti ini sangat langka,” katanya.

Saat debu menyelimuti pantai timur pada malam harinya, hujan lebat mendera Adelaide, membuat banjir dijalan-jalan.

Saat fajar, dua gempa mengguncang Melbourne. Kemudian di hari berikutnya hujan es sebesar bola kriket menghujani New South Wales. Hujan lebat dikhawatirkan menimbulkan banjir sehingga peringatan waspada banjirpun dikeluarkan.

gambar satelit "MODIS Terra" yang memperlihatkan pergerakan badai merah diatas Australia, gambar diambil 23 September 2009

Biro meteorologi mengatakan ini adalah badai debu terburuk sejak 1940-an, dengan partikel polusi hingga 10 kali lebih buruk dari rekor sebelumnya. Badai debu berikutnya diperkirakan akan datang besok atau lusa.

Para pejabat kesehatan mendesak orang untuk tinggal di dalam rumah karena udara Sydney diperkirakan akan tetap diselimuti partikel debu sampai tiga hari kedepan.

About Kak Abbas

Saya menyukai dunia pendidikan dan teknologi, dan saya juga menyukai anak-anak yang imut manis dan lucu ^_^

Posted on November 20, 2011, in Alam and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: