Tufted Puffin, Burung Laut yang Cantik

 

Tufted Puffin ( Fratercula cirrhata ) yang juga dikenal sebagai Crested Puffin , adalah burung laut berukuran sedang yang banyak ditemukan di Samudra Pasifik Utara . Burung ini mudah dikenali lewat paruhnya yang berwarna menyala dan tebal serta kaki yang berwarna kuning.

 

 

 

 

Tufted Puffin pertama kali disebutkan tahun 1769 oleh ahli zoologi Jerman Peter Simon Pallas. Nama generiknya adalah berasal dari bahasa Latin Fratercula ‘adik’ dan cirrhata ‘berumbai’. Tufted Puffins memiliki panjang tubuh sekitar 35 cm dengan lebar sayap yang sama dan berat sekitar tiga perempat kilogram. Burung-burung dari Pasifik barat agak lebih besar dari burung-burung dari Pasifik timur, dan jantannya cenderung sedikit lebih besar daripada yang betina.

 

Kebanyakan mereka berwarna hitam dengan corak wajah putih, paruhnya sangat tebal yang sebagian besar berwarna merah dengan beberapa tanda kuning dan kadang-kadang hijau. Fitur yang paling khas adalah berkas-berkas kuning yang muncul setiap tahun pada burung (jantan maupun betina) mendekati musim panas (masa reproduksi). Kaki mereka menjadi merah terang dan wajah mereka juga menjadi putih terang di musim panas.

Sayapnya relatif pendek, digunakan untuk menyelam, berenang di bawah air dan menangkap mangsa. Mereka memiliki otot dada yang “didesain’ untuk melakukan manuver cepat dan gerakan sayap aerobik, yang dapat mereka pertahankan untuk jangka waktu yang lama.

Biasanya burung ini membuat sarang di pulau-pulau yang terisolasi, lebih dari 25.000 pasangan telah dicatat dalam sebuah koloni tunggal di lepas pantai British Columbia . Sarang ini biasanya liang sederhana digali dengan paruh dan kakinya, tetapi kadang-kadang ada juga yang menggunakan lubang diantara celah batu sebagai gantinya. Sarang ini juga dilapisi dengan tumbuhan dan bulunya. Setelah sebuah telur diletakkan, biasanya pada bulan Juni, maka telur itu akan dierami oleh kedua induknya selama sekitar 45 hari. Anak burung baru bisa meninggalkan sarang antara 40 sampai 55 hari.

Makanan pokoknya adalah ikan, yang mereka tangkap dengan menyelam kedalam lautan. Burung dewasa juga dapat memakan cumi-cumi atau invertebrata lainnya. Area makan dapat terletak jauh di lepas pantai dari daerah bersarang. Tufted Puffins dapat menyimpan sejumlah besar ikan kecil di paruh mereka dan membawa ikan-ikan tersebut ke anak-anaknya.

Tufted Puffins memiliki predator pemangsa seperti Snowy Owls, Bald Eagles dan Peregrine Falcon , dan juga mamalia seperti Arctic Fox (Rubah Salju). Rubah tampaknya lebih suka Tufted Puffin di atas burung-burung lain, membuat burung ini menjadi target utama. Memilih sarang di tebing yang tidak dapat diakses dan pulau yang sepenuhnya bebas mamalia melindungi mereka dari predator alaminya.

Snowy Owl

 

Bald Eagle

 

Peregrine Falcon

Arctic Fox

Orang Aleut dan orang Ainu di Pasifik Utara berburu Tufted Puffin dengan cara tradisional untuk dimakan dan diambil bulunya, untuk dijadikan kerajinan hiasan tangan. Saat ini, perburuan Tufted Puffin secara besar-besaran adalah ilegal atau dipersempit wilayahnya.

 

About Kak Abbas

Saya menyukai dunia pendidikan dan teknologi, dan saya juga menyukai anak-anak yang imut manis dan lucu ^_^

Posted on November 27, 2011, in Fauna and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: